Rabu, 07 Januari 2009

10 Hal Penghambat Karier

Romi Suryana, SE
Sumber: Majalah Peme4riksa No. 109

BPK sedang mendapat sorotan tajam dari masyarakat terkait upaya pembenahan kinerja tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.
Beberapa tahun belakangan, BPK melakukan rekrutmen besar-besaran sebagai bagian dari amanat UUD Perubahan 1945, yang mengharuskan BPK membuka perwakilan di setiap ibukota Provinsi di Indonesia. Masyarakat, terutama lulusan perguruan tinggi antusias untuk melamar pekerjaan sebagai pegawai BPK-RI.
Dengan bertambahnya jumlah pegawai BPK, bukan hal yang mustahil bahwa akan terjadi persaingan kerja yang ketat untuk seluruh pegawai BPK. Untuk itu diperlukan strategi dan kiat khusus dari masing-masing pegawai agar dapat survive dalam menghadapi persaingan, dan tidak menjadi pegawai yang kalah dalam bersaing, dan akhirnya tersingkir dari instansi ini.

Berikut dipaparkan 10 hal penghambat karier yang harus kita waspadai, agar karier berjalan lancar. Berikut hal-hal yang dapat menghambat karier kita:
1. Ketidakmampuan
Ketidakmampuan dapat berbuntut panjang. Dalam suatu penelitian menunjukkan, seorang atasan selalu berpendapat lebih baik punya pegawai yang konsisten mau belajar menambah keterampilannya daripada yang hanya berhenti pada satu kemampuan. Karena, pegawai dengan tipe ini tidak akan berkembang dan cenderung tak mau bekerja sama dalam sebuah organisasi.

2. Sulit Kerja dalam Tim
Di dunia ini, tidak ada seorang pun yang merasa senang hidup di samping seorang primadona. Primadona di sini maksudnya adalah seseorang yang cakap dalam bekerja, mempunyai prestasi yang bagus, dan sangat disegani oleh atasan. Seorang atasan pasti akan kesulitan dalam menghadapi pegawai yang tak mau atau tak mampu bekerja dalam tim. Jadi, pastikan diri kita untuk bisa menjadi anggota tim kerja yang baik dan bisa bertindak sebagai makhluk sosial yang baik juga.
3. Tak Tepat Waktu
Jika sebuah pekerjaan harus selesai hari Rabu, misalnya, camkan di benak kita bahwa hari Kamis tidak akan pernah ada. Sebuah organisasi akan selalu membutuhkan orang yang dapat bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Tak menepati tenggat waktu bukan hanya mencerminkan seseorang yang tidak profesional, tetapi juga berarti merusak bahkan menghancurkan jadwal kerja orang lain. Jika sudah menjadi komitmen, mari kita tepati janji, apapun yang terjadi, karena hal ini sangat penting.
4. Memanfaatkan Fasilitas Kantor
Fasilitas kantor seperti internet dan telepon di kantor adalah untuk keperluan penting kantor. Pergunakanlah telepon untuk keperluan pribadi sesingkat mungkin dan jangan menerima panggilan telepon yang bersifat pribadi dengan waktu bicara yang lama. Jaringan internet yang ada adalah untuk keperluan transfer dokumen , data, dan informasi, secara online jaringan kantor di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan fasilitas internet untuk keperluan pribadi dalam waktu yang lama akan membuat pengiriman data dan informasi di suatu bagian ke bagian yang lain akan berjalan lambat.
5. Sok Eksklusif
Jangan mengisolasi diri atau bertingkah sok eksklusif. Kembangkanlah diri kita dan jalin hubungan dengan reken sekerja. Orang yang mempunyai jaringan efektif, akan memiliki jalur dan sumber informasi yang akurat sehingga lebih mudah mencapai dan mengerti politik organisasi di instansi dia bekerja. Penelitian membuktikan, pegawai yang mempunyai jaringan luas, umumnya cenderung menjadi seorang yang dapat bekerja dalam tim, banyak memberikan andil pada kesuksesan tim kerja, dan memiliki nilai lebih sehingga cepat mendapat promosi serta kompensasi yang tinggi.
6. Menjalin Asmara di Kantor
Walaupun kita berada di ruangan atau divisi yang terpisah, menjalin hubungan asmara di kantor bukan merupakan pilihan yang baik. Hubungan asmara dengan rekan sekerja yang putus di jalan, bisa membuat hubungan kerja menjadi terganggu. Belum lagi harus menghadapi omongan rekan-rekan sejawat.
7. Takut Ambil Risiko
Jika kita tidak percaya pada diri sendiri, maka orang lain pun tidak akan percaya pada kita. Tunjukkan sikap dapat mengerjakan sesuatu dan mengambil risiko. Katakan dengan jujur “Saya belum pernah mengerjakan hal tersebut tapi saya akan berusaha mempelajari bagaimana caranya”. Jangan takut gagal atau takut membuat kesalahan. Jika keadaan menjadi kacau, segera ubah dan minta bantuan rekan atau atasan yang lebih tahu. Pokoknya, coba untuk belajar pada semua kesempatan yang ada di setiap situasi. Ingat, lembur karena risiko kerja dapat membuat Anda menjadi lebih tertantang dan lebih cepat maju.
8. Tanpa Tujuan
Kegagalan bukan suatu keburukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Yang buruk adalah jika Anda tak punya tujuan untuk mencapai sesuatu. Jadi, susun rencana kegiatan sehari-hari untuk mencapai tujuan tadi. Percaya atau tidak, 80% dari keberhasilan yang diraih seseorang, 20%-nya datang dari aktivitas yang dilakukannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Atur mana yang menjadi prioritas dan fokuskan pada pekerjaan tersebut.
9. Terkesan Ceroboh
Suka atau tidak, penampilan selalu diperhitungkan. Orang selalu menilai semua penampilan serta tingkah laku Anda. Dengan kata lain, usahakan untuk tidak berpakaian seenaknya saat pergi ke kantor, atau berpakaian yang tidak selayaknya dikenakan di kantor. Berlakulah jujur, berbicara dengan bahasa yang baik dan sopan, tidak menggunakan bahasa dialek atau daerah. Bersikaplah sebagai seorang yang kompeten, mempunyai komitmen dan perilaku yang baik.
10. Tak Menjaga Mulut
Berhati-hatilah jika sedang berbicara di tempat-tempat umum di kantor, dan perhatikan kepada siapa Anda berbicara. Jangan bercanda mengenai kepercayaan, suku, ataupun masalah-masalah pribadi rekan kerja ataupun atasan. Semua pembicaraan mengenai hal itu bukanlah sesuatu yang bebas, dan tidak gratis karena suatu saat akan berimbas secara tidak langsung terhadap pekerjaan Anda.

1 komentar:

infoGue mengatakan...

Artikel anda di

http://karir-pekerjaan.infogue.com/10_hal_penghambat_karier

promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!